Tingkat Keimanan Bertingkat-Tingkat dan Luasnya Rahmat Allah

Materi Ceramah Islam

Tingkat Keimanan Bertingkat-Tingkat dan Luasnya Rahmat Allah

Kajian Kitab Shahih al-Bukhari – Kitab al-Īmān

Bab: تَفَاضُلُ أَهْلِ الإِيمَانِ فِي الأَعْمَالِ

"Perbedaan Tingkatan Orang-Orang Beriman dalam Amal Perbuatan."


Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد،

Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh. Kajian hari ini membahas salah satu prinsip penting dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, yaitu bahwa iman memiliki tingkatan; ia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan, serta bahwa rahmat Allah sangat luas bagi orang yang meninggal dalam keadaan bertauhid.


Hadis Pertama

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ، فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا، فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَاةِ، فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحَبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ

Artinya:

"Penghuni surga akan masuk ke surga dan penghuni neraka akan masuk ke neraka. Kemudian Allah berfirman: 'Keluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya masih ada iman sebesar biji sawi.' Maka mereka dikeluarkan dalam keadaan tubuhnya telah menghitam, lalu dimasukkan ke sungai kehidupan, sehingga mereka tumbuh kembali sebagaimana benih tumbuh di tepi aliran air."

(HR. al-Bukhari no. 22; Muslim no. 184)


Hadis Kedua

Rasulullah ﷺ bersabda:

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ، رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ، مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِيَّ، وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ، وَعُرِضَ عَلَيَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ؟

قَالَ: الدِّينُ

Artinya:

"Ketika aku tidur, aku melihat manusia diperlihatkan kepadaku. Mereka mengenakan baju; ada yang sampai ke dada, ada pula yang lebih pendek dari itu. Kemudian diperlihatkan kepadaku Umar bin Al-Khaththab dengan baju yang menjulur panjang." Para sahabat bertanya, "Bagaimana engkau menakwilkannya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Itu adalah agama (kekuatan agamanya)."

(HR. al-Bukhari no. 23; Muslim no. 2390)


Tema Besar Hadis

Dua hadis ini mengajarkan tiga prinsip penting:

  1. Iman memiliki tingkatan.
  2. Amal saleh menjadi penyempurna iman.
  3. Rahmat Allah meliputi orang-orang yang bertauhid.

Pembahasan Pertama

Iman Bertambah dan Berkurang

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Fatḥ ayat 4

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

Artinya:

"Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin agar bertambah keimanan mereka di samping keimanan yang telah ada."


QS. Al-Anfāl ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا

Artinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka."


Penjelasan Ulama

Imam al-Bukhari

Imam al-Bukhari sengaja memberi judul bab ini:

باب تفاضل أهل الإيمان في الأعمال

Beliau ingin menunjukkan bahwa iman bertingkat-tingkat sesuai amal.


Ibnu Hajar al-'Asqalani

Beliau berkata:

Hadis ini menjadi dalil bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. Amal merupakan bagian dari iman sehingga orang-orang mukmin berbeda tingkatannya sesuai dengan amal mereka.

Rujukan: Fath al-Bārī, Jilid 1.


Pembahasan Kedua

Rahmat Allah Sangat Luas

Hadis pertama menunjukkan bahwa orang yang masih memiliki iman walaupun sangat sedikit tidak akan kekal di neraka.

Dalil Al-Qur'an

QS. An-Nisā' ayat 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki."


QS. Az-Zumar ayat 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

Artinya:

"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah."


Penjelasan Imam An-Nawawi

Beliau menjelaskan bahwa hadis ini merupakan dalil tentang adanya syafaat dan bahwa pelaku dosa besar dari kalangan orang bertauhid tidak kekal di neraka.

Rujukan: Syarh Shahih Muslim, Kitāb al-Īmān.


Pembahasan Ketiga

Syafaat Rasulullah ﷺ

Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي

Artinya:

"Syafaatku diperuntukkan bagi pelaku dosa besar dari umatku."

(HR. Abu Dawud no. 4739; at-Tirmidzi no. 2435, dinilai hasan sahih oleh sebagian ulama)


Aqidah Ahlus Sunnah

Ahlus Sunnah meyakini:

  • Orang mukmin yang melakukan dosa besar tidak menjadi kafir selama tidak menghalalkannya.
  • Ia berada di bawah kehendak Allah.
  • Bila Allah menghendaki, Dia mengampuni.
  • Bila Allah menghendaki, Dia mengazabnya.
  • Namun jika meninggal dalam keadaan bertauhid, ia tidak kekal di neraka.

Imam Ath-Thahawi menegaskan prinsip ini dalam Al-'Aqidah Ath-Thahawiyyah.


Pembahasan Keempat

Perbedaan Tingkatan Iman

Hadis kedua menggambarkan agama seperti pakaian.

Semakin panjang pakaian, semakin sempurna agamanya.

Mengapa Umar?

Karena Umar bin Al-Khaththab memiliki:

  • keimanan yang kuat,
  • ilmu yang luas,
  • keberanian,
  • keadilan,
  • keteguhan dalam menjalankan agama.

Dalil Al-Qur'an

QS. Al-Hujurāt ayat 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya:

"Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."


QS. Ali 'Imrān ayat 163

هُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ اللَّهِ

Artinya:

"Mereka mempunyai derajat-derajat di sisi Allah."


Penjelasan Imam Ibnu Baththal

Beliau menjelaskan bahwa mimpi Nabi ﷺ adalah wahyu. Baju dalam mimpi melambangkan agama karena agama menutupi kekurangan manusia sebagaimana pakaian menutupi aurat.

Rujukan: Syarḥ Shahih al-Bukhari, Ibnu Baththal.


Bagaimana Meningkatkan Iman?

Rasulullah ﷺ bersabda

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً، أَعْلَاهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Artinya:

"Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan 'Lā ilāha illallāh', yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu adalah bagian dari iman."

(HR. al-Bukhari no. 9 secara mu'allaq; Muslim no. 35 secara lengkap)


Nasihat Para Ulama

Imam Ahmad bin Hanbal

الإيمان قول وعمل، يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية.

"Iman adalah ucapan, keyakinan, dan amal; bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan."

Rujukan: Uṣūl as-Sunnah.


Syaikh Abdurrahman as-Sa'di

Dalam tafsir QS. Al-Fatḥ: 4 beliau menjelaskan bahwa setiap amal saleh, zikir, tilawah Al-Qur'an, ilmu yang bermanfaat, dan ibadah yang ikhlas akan menambah keimanan seorang mukmin.

Rujukan: Taisīr al-Karīm ar-Raḥmān.


Hikmah dan Pelajaran

  1. Iman memiliki tingkatan; tidak semua mukmin sama derajatnya.
  2. Amal saleh menjadi sebab bertambahnya iman dan tingginya kedudukan di sisi Allah.
  3. Dosa mengurangi kesempurnaan iman, namun tidak mengeluarkan seorang muslim dari Islam selama ia tidak melakukan kekafiran atau syirik.
  4. Rahmat Allah sangat luas bagi orang yang meninggal dalam keadaan bertauhid.
  5. Jangan pernah meremehkan amal kecil yang ikhlas, karena amal tersebut dapat menjadi sebab bertambahnya iman dan keselamatan di akhirat.
  6. Hendaknya kita berlomba-lomba meningkatkan kualitas iman melalui ilmu, ibadah, akhlak, dan amal saleh.

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita terus memperbarui iman dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu, melaksanakan salat dengan khusyuk, memperbanyak sedekah, serta menjaga akhlak. Jangan merasa cukup dengan iman yang ada, sebab para sahabat Nabi ﷺ pun senantiasa berusaha menambah keimanan mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah, memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ, dan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَارْزُقْنَا عَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَأَعِذْنَا مِنَ النَّارِ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى.

آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar