Baiat kepada Rasulullah ﷺ: Janji Setia Menjaga Tauhid dan Akhlak Mulia
Materi Ceramah Islam
Baiat kepada Rasulullah ﷺ: Janji Setia Menjaga Tauhid dan Akhlak Mulia
Kajian Hadis Shahih Riwayat al-Bukhari
Mukadimah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد،
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada kesempatan ini kita akan mengkaji salah satu hadis agung tentang baiat para sahabat kepada Rasulullah ﷺ, yaitu janji untuk menjaga tauhid, kehormatan diri, hak sesama manusia, serta ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Hadis Pokok
Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَحَوْلَهُ عِصَابَةٌ مِنْ أَصْحَابِهِ:
«بَايِعُونِي عَلَى أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَلَا تَسْرِقُوا، وَلَا تَزْنُوا، وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ، وَلَا تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ، وَلَا تَعْصُوا فِي مَعْرُوفٍ، فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ بِهِ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَهُ اللَّهُ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ، إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ»
Artinya:
"Berbaiatlah kalian kepadaku untuk tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak membuat kedustaan yang kalian ada-adakan, dan tidak mendurhakai dalam perkara yang ma'ruf. Barang siapa memenuhi janji itu, maka pahalanya di sisi Allah. Barang siapa melanggar salah satunya lalu dihukum di dunia, maka hukuman itu menjadi penebus dosanya. Dan barang siapa melanggarnya lalu Allah menutupinya, maka urusannya terserah kepada Allah; jika Dia menghendaki, Dia mengampuninya, dan jika Dia menghendaki, Dia mengazabnya."
(HR. al-Bukhari no. 18 dan Muslim no. 1709)
Latar Belakang Hadis
Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang ikut dalam Perang Badar dan termasuk dua belas naqib (pemimpin) pada Baiat 'Aqabah. Dalam hadis ini Rasulullah ﷺ mengajarkan prinsip-prinsip dasar yang menjadi fondasi masyarakat Islam.
Imam Ibnu Hajar al-'Asqalani menjelaskan bahwa hadis ini menghimpun pokok-pokok agama yang berkaitan dengan hak Allah dan hak sesama manusia.
Rujukan: Fath al-Bārī, Jilid 1.
Pelajaran Pertama: Menjaga Tauhid
Dalil Al-Qur'an
QS. An-Nisā' ayat 36
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Artinya:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."
QS. Luqmān ayat 13
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya:
"Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar."
Hadis Pendukung
حَقُّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
Artinya:
"Hak Allah atas para hamba adalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."
(HR. al-Bukhari no. 2856; Muslim no. 30)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tauhid adalah kewajiban pertama bagi setiap mukallaf dan menjadi syarat diterimanya seluruh amal.
Rujukan: Syarh Shahih Muslim.
Pelajaran Kedua: Larangan Mencuri
Dalil Al-Qur'an
QS. Al-Mā'idah ayat 38
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ
Artinya:
"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan dan sebagai hukuman dari Allah."
Hikmah
Islam menjaga lima tujuan utama syariat (Maqāṣid asy-Syarī'ah), salah satunya adalah menjaga harta (ḥifẓ al-māl).
Imam Asy-Syathibi menjelaskan bahwa syariat diturunkan untuk menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Rujukan: Al-Muwāfaqāt.
Pelajaran Ketiga: Larangan Zina
Dalil Al-Qur'an
QS. Al-Isrā' ayat 32
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya:
"Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk."
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Artinya:
"Tidaklah seorang pezina berzina ketika ia berzina dalam keadaan iman yang sempurna."
(HR. al-Bukhari no. 2475; Muslim no. 57)
Penjelasan Ulama
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa iman pelaku zina tidak hilang sepenuhnya, tetapi kesempurnaan imannya berkurang ketika melakukan maksiat tersebut.
Rujukan: Fath al-Bārī.
Pelajaran Keempat: Larangan Membunuh Anak
Dalil Al-Qur'an
QS. Al-Isrā' ayat 31
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
Artinya:
"Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepada kalian."
Tafsir
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini melarang tradisi jahiliah membunuh anak karena takut kemiskinan, sekaligus mengajarkan bahwa rezeki berada di tangan Allah.
Rujukan: Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm.
Pelajaran Kelima: Larangan Berdusta dan Menyebarkan Fitnah
Dalil Al-Qur'an
QS. An-Nūr ayat 15
وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
Artinya:
"Kalian mengucapkan dengan lisan apa yang tidak kalian ketahui, dan kalian menganggapnya perkara ringan, padahal di sisi Allah ia sangat besar."
Hadis
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ
Artinya:
"Jauhilah dusta, karena dusta membawa kepada kefajiran."
(HR. al-Bukhari no. 6094; Muslim no. 2607)
Pelajaran Keenam: Taat dalam Perkara yang Ma'ruf
Dalil Al-Qur'an
QS. An-Nisā' ayat 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan pemimpin di antara kalian."
Hadis
إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ
Artinya:
"Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam perkara yang ma'ruf."
(HR. al-Bukhari no. 7145; Muslim no. 1840)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa tidak boleh menaati siapa pun jika perintahnya mengandung maksiat kepada Allah.
Rujukan: Syarh Shahih Muslim.
Hukuman Dunia Menjadi Kaffarah
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan dosa kemudian menjalani hukuman syariat dengan sah, maka hukuman itu menjadi kaffarah (penebus dosa) baginya.
Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hal ini merupakan bentuk rahmat Allah kepada hamba-Nya, sehingga ia tidak menanggung dosa tersebut lagi di akhirat apabila memenuhi syarat-syaratnya.
Rujukan: Fath al-Bārī, Kitāb al-Īmān.
Jika Dosa Disembunyikan Allah
Hadis ini juga mengajarkan agar seseorang tidak membuka aib dirinya sendiri. Jika Allah telah menutupi dosanya, hendaknya ia segera bertaubat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ
Artinya:
"Seluruh umatku akan mendapatkan ampunan kecuali mereka yang terang-terangan menampakkan dosanya."
(HR. al-Bukhari no. 6069; Muslim no. 2990)
Hikmah dan Pelajaran
- Tauhid adalah dasar seluruh amal dan inti baiat kepada Rasulullah ﷺ.
- Islam menjaga lima kebutuhan pokok manusia (maqāṣid asy-syarī'ah): agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
- Dosa besar seperti syirik, mencuri, zina, membunuh, berdusta, dan durhaka membawa kerusakan bagi individu dan masyarakat.
- Pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat.
- Seorang muslim hendaknya menjaga kehormatan dirinya, tidak menyebarkan dosa, dan senantiasa memperbanyak istighfar.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hadis baiat ini merupakan pedoman hidup seorang muslim. Ia mengajarkan bahwa keimanan bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi diwujudkan dengan menjaga tauhid, menjauhi dosa-dosa besar, memelihara hak sesama manusia, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam setiap perkara yang ma'ruf.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang setia kepada janji-Nya, menjaga kemurnian tauhid, menjauhi dosa-dosa besar, menerima taubat kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنَا عَلَى التَّوْحِيدِ وَالسُّنَّةِ، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى، وَاجْمَعْنَا مَعَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ فِي الْفِرْدَوْسِ الْأَعْلَى.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment