Sesungguhnya Amal Tergantung Niat

 

Materi Ceramah: Hadis Pertama Arbain Nawawi – "Sesungguhnya Amal Tergantung Niat"

Pembukaan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan bukan hanya tampak dari banyaknya amal, tetapi juga dari keikhlasan hati dalam melakukannya. Amal yang besar bisa menjadi sia-sia karena niat yang rusak, sementara amal yang kecil bisa bernilai besar di sisi Allah karena niat yang ikhlas.


Hadis

Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:

«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ».

Terjemah

"Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

'Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Setiap orang hanya memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya hanya kepada apa yang ia tuju.'"

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)


Dalil Al-Qur'an

1. Surah Al-Bayyinah ayat 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Terjemah

"Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, menjalankan agama dengan lurus, mendirikan salat dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus."

Pelajaran

Allah memerintahkan setiap ibadah dilakukan dengan ikhlas, bukan karena ingin dipuji manusia.


2. Surah Al-Mulk ayat 2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Terjemah

"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya."

Tafsir

Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata:

أَخْلَصُهُ وَأَصْوَبُهُ

"Amal yang paling baik ialah yang paling ikhlas dan paling benar."

Beliau menjelaskan:

"Jika ikhlas tetapi tidak sesuai sunnah maka ditolak. Jika sesuai sunnah tetapi tidak ikhlas maka juga ditolak."

Rujukan: Tafsir Tafsir Ibnu Katsir.


3. Surah Al-Kahfi ayat 110

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Terjemah

"Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah beramal saleh dan tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."


Hadis Pendukung

1.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Terjemah

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."

(HR. Sahih Muslim)


2.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

Terjemah

"Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali yang ikhlas karena-Nya."

(HR. Sunan An-Nasa'i)


Penjelasan Para Ulama

1. Imam Asy-Syafi'i

Beliau berkata:

هذا الحديث يدخل في سبعين بابًا من الفقه

"Hadis ini masuk dalam sekitar tujuh puluh bab ilmu fikih."

Rujukan: Syarh Sahih al-Bukhari.


2. Imam Ahmad bin Hanbal

Beliau berkata:

أصول الإسلام على ثلاثة أحاديث

"Pokok-pokok Islam berputar pada tiga hadis, dan salah satunya adalah hadis 'Innamal A'malu bin Niyyat'."


3. Ibnu Rajab Al-Hanbali

Dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, beliau menjelaskan:

  • Niat membedakan ibadah dengan adat.
  • Niat membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya.
  • Niat menentukan diterima atau tidaknya amal.

4. Imam An-Nawawi

Beliau menempatkan hadis ini sebagai hadis pertama dalam *Al-Arba'in An-Nawawiyyah> karena setiap amal harus diawali dengan niat yang benar.


5. Ibnu Hajar Al-Asqalani

Dalam Fath al-Bari, beliau menjelaskan bahwa niat merupakan amalan hati yang menjadi tolok ukur diterimanya amal.


Hikmah Hadis

  1. Ikhlas adalah syarat diterimanya amal.
  2. Amal yang sama dapat bernilai pahala berbeda karena niat.
  3. Seorang muslim harus memperbaiki niat sebelum, ketika, dan setelah beramal.
  4. Amal dunia dapat bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
  5. Riya', sum'ah, dan mencari pujian dapat menghapus pahala amal.

Contoh Penerapan

  • Guru mengajar karena Allah menjadi ibadah.
  • Pedagang yang jujur mencari nafkah halal menjadi ibadah.
  • Menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan dan memberi manfaat menjadi ibadah.
  • Membantu sesama dengan ikhlas bernilai sedekah.

Penutup

Marilah kita senantiasa memperbarui niat dalam setiap aktivitas. Jangan hanya mengejar banyaknya amal, tetapi utamakan keikhlasan. Sebab amal yang sedikit namun ikhlas lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak tetapi tercampur riya'.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dalam setiap amal.

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Kitab Rujukan

  1. Sahih al-Bukhari.
  2. Sahih Muslim.
  3. Al-Arba'in An-Nawawiyyah.
  4. Jami' al-'Ulum wa al-Hikam.
  5. Fath al-Bari.
  6. Tafsir Ibnu Katsir.
  7. Tafsir Al-Qurthubi.
  8. Tafsir At-Tabari.

Tidak ada komentar