Cara Turunnya Wahyu kepada Rasulullah ﷺ dan Hikmah di Baliknya

 

Materi Ceramah

Cara Turunnya Wahyu kepada Rasulullah ﷺ dan Hikmah di Baliknya

Mukadimah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah,

Salah satu bukti terbesar kenabian Nabi Muhammad ﷺ adalah turunnya wahyu dari Allah Subḥānahu wa Ta'ālā. Wahyu bukanlah ilham biasa, bukan hasil renungan, bukan pula karangan manusia, melainkan kalam Allah yang disampaikan kepada Nabi-Nya melalui berbagai cara. Hadis yang akan kita bahas menjelaskan bagaimana beratnya proses turunnya wahyu kepada Rasulullah ﷺ.


Hadis

Dari Aisyah binti Abu Bakar radhiyallāhu 'anhā:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضي الله عنها، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رضي الله عنه سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا، فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ».

Kemudian Aisyah binti Abu Bakar berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ، فَيُفْصَمُ عَنْهُ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا.

Terjemah

Aisyah radhiyallāhu 'anhā berkata:

Al-Ḥāris bin Hisyām bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu?"

Beliau menjawab:

"Terkadang wahyu datang kepadaku seperti bunyi gemerincing lonceng. Itulah yang paling berat bagiku. Setelah selesai, aku telah memahami apa yang disampaikan. Terkadang malaikat datang menjelma sebagai seorang laki-laki, lalu berbicara kepadaku sehingga aku memahami apa yang dikatakannya."

Aisyah berkata:

"Aku pernah melihat wahyu turun kepada beliau pada hari yang sangat dingin. Setelah wahyu selesai turun, sungguh dahi beliau bercucuran keringat."

(HR. Sahih al-Bukhari)


Dalil Al-Qur'an

1. Surah Asy-Syūrā ayat 51

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Terjemah

"Tidaklah pantas bagi seorang manusia bahwa Allah berbicara kepadanya kecuali melalui wahyu, atau dari balik tabir, atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat), lalu dia mewahyukan dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Mahabijaksana."

Kandungan

Ayat ini menjelaskan tiga cara Allah menyampaikan wahyu kepada para nabi:

  1. Melalui ilham atau wahyu langsung.
  2. Dari balik hijab (seperti kepada Nabi Musa).
  3. Melalui malaikat, yaitu Jibril.

2. Surah An-Najm ayat 3–4

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

Terjemah

"Dan tidaklah Muhammad berbicara menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan."

Pelajaran

Setiap ajaran agama yang disampaikan Rasulullah ﷺ berasal dari wahyu, bukan dari keinginan pribadi.


3. Surah Al-Qiyāmah ayat 16–19

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ ۝ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ ۝ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ۝ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ

Terjemah

"Janganlah engkau gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya Kamilah yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membuatmu pandai membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya. Kemudian Kamilah yang akan menjelaskannya."

Kandungan

Allah sendiri menjamin penjagaan wahyu di dalam dada Rasulullah ﷺ.


Hadis Pendukung

1.

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ

"Ruhul Amin (Jibril) menurunkannya."

(QS. Asy-Syu'arā': 193)

Hadis menjelaskan bahwa malaikat yang datang kepada Rasulullah ﷺ adalah Jibril.


2.

إِنَّ رُوحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي...

Terjemah

"Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) membisikkan ke dalam hatiku...."

(HR. Musnad Ahmad)


Penjelasan Hadis

Cara turunnya wahyu

1. Seperti bunyi lonceng (صلصلة الجرس)

Ini adalah bentuk wahyu yang paling berat.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari:

Bunyi tersebut bukan lonceng sebenarnya, tetapi suara yang sangat kuat dan berulang sehingga memenuhi pendengaran Rasulullah ﷺ, lalu makna wahyu tertanam sempurna dalam hati beliau.


2. Malaikat menjelma menjadi manusia

Biasanya Jibril datang dalam rupa seorang laki-laki.

Dalam beberapa riwayat beliau datang menyerupai Dihyah Al-Kalbi yang terkenal sangat tampan.


Beratnya Turun Wahyu

Allah berfirman:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Terjemah

"Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang sangat berat."

(QS. Al-Qur'an)

Tafsir

Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwa "berat" meliputi:

  • Berat saat menerima wahyu.
  • Berat dalam mengamalkannya.
  • Berat dalam menyampaikannya kepada manusia.
  • Berat tanggung jawabnya di hadapan Allah.

Mengapa Nabi Berkeringat Saat Wahyu Turun?

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa:

Turunnya wahyu merupakan peristiwa luar biasa sehingga tubuh Rasulullah ﷺ mengalami beban yang sangat berat. Karena itu beliau berkeringat meskipun udara sangat dingin.

Rujukan: Syarh Sahih Muslim.


Hikmah Cara Turunnya Wahyu

  1. Menunjukkan bahwa Al-Qur'an benar-benar berasal dari Allah.
  2. Membuktikan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Mengajarkan kesabaran dalam memikul amanah dakwah.
  4. Menumbuhkan keyakinan bahwa agama Islam dibangun di atas wahyu, bukan pemikiran manusia.
  5. Menunjukkan kemuliaan malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu.

Pelajaran bagi Umat Islam

  • Mengagungkan Al-Qur'an karena ia adalah kalam Allah.
  • Bersungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an.
  • Meneladani kesabaran Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan kebenaran.
  • Meyakini bahwa seluruh ajaran Nabi ﷺ bersumber dari wahyu yang benar.

Ulasan Para Ulama

Imam Al-Qadhi 'Iyadh

Dalam Asy-Syifa, beliau menjelaskan bahwa beratnya wahyu merupakan salah satu mukjizat Nabi ﷺ sekaligus bukti bahwa beliau benar-benar menerima kalam Allah, bukan menyusunnya sendiri.

Ibnu Rajab Al-Hanbali

Dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam, beliau menerangkan bahwa keadaan fisik Rasulullah ﷺ saat menerima wahyu menunjukkan betapa agung dan mulianya kalam Allah, sehingga tidak layak diperlakukan dengan sikap meremehkan.


Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu yang diturunkan dengan penuh keagungan. Rasulullah ﷺ menanggung beban yang sangat berat demi menyampaikan petunjuk kepada umat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita menghormati Al-Qur'an, membacanya dengan tartil, memahami maknanya, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan ajarannya kepada generasi berikutnya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk Ahlul Qur'an, yaitu orang-orang yang senantiasa mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan menjaga Al-Qur'an hingga akhir hayat.

آمين يا رب العالمين

Kitab Rujukan

  1. Sahih al-Bukhari.
  2. Fath al-Bari.
  3. Syarh Sahih Muslim.
  4. Tafsir Ibnu Katsir.
  5. Tafsir Al-Qurthubi.
  6. Jami' al-Bayan.
  7. Asy-Syifa.
  8. Jami' al-'Ulum wa al-Hikam.

Tidak ada komentar